Kamis, 03 Maret 2016

5 KESALAHAN FINANSIAL YANG SERING DILAKUKAN PEREMPUAN USIA 20-AN

Assalamualaikum Sahabat Nisrina
5 KESALAHAN FINANSIAL YANG SERING DILAKUKAN PEREMPUAN USIA 20-AN

5 KESALAHAN FINANSIAL YANG SERING DILAKUKAN PEREMPUAN USIA 20-AN

Bicara soal finansial, tentu tak adil rasanya bila mengaitkan perempuan dengan sikap boros atau malah terlalu hemat. Pasalnya, konsumen terbesar datang dari kaum perempuan yang banyak membelanjakan penghasilannya demi memenuhi hasrat gaya hidup yang lebih trendi dan gengsi.
Ini pula yang mendasari 5 kesalahan finansial yang sering dilakukan perempuan di usia 20-an. Sebut saja, mulai dari terlalu boros atau bahkan sangat boros sehingga melupakan kepentingan merencanakan biaya demi masa depan. Apa saja 5 kesalahan finansial yang sering dilakukan perempuan di usia 20-an?
Utang kartu kredit
Utang kartu kredit adalah hal yang mungkin sulit dihindari. Ketika sedang berkuliah atau saat menikmati pekerjaan, berbagai kebutuhan akan muncul. Karenanya, kartu kredit selalu menjadi solusi.  Menanggapi hal ini, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah berhenti menggunakan kartu kredit. Kemudian kita perlu mengatur anggaran dan rencana pembayaran utang yang memungkinkan kita untuk memiliki perencanaan finansial yang sehat.
Melewatkan tabungan pensiun
Ketika kita sedang berupaya untuk membayar utang dan memenuhi kebutuhan lainnya, kita mungkin dapat tergoda untuk tidak melakukan persiapan untuk tabungan pensiun. Namun, uang yang kita investasikan di usia 20-an sebenarnya akan sangat bermanfaat selama bertahun-tahun ke depan. Jika kita memulai kebiasaan investasi dari sekarang, maka kita akan dapat memiliki simpanan yang cukup untuk pensiun.
Tidak ikut asuransi
Asuransi memang membutuhkan dana. Untuk menjamin kehidupan, kita mungkin membutuhkan asuransi kendaraan dan asuransi kesehatan. Jika tidak, denda dengan jumlah yang sangat besar akan menanti.
Bayangkan saja, hanya dibutuhkan satu kecelakaan atau operasi darurat untuk menghabiskan uang puluhan juta karena tagihan medis. Hal ini penting untuk membeli asuransi yang memadai untuk melindungi diri. Terkait pembelian asuransi ini, kita dapat membeli premi bulanan yang lebih rendah, tetapi akan menjamin jika terdapat tagihan medis. Tidak ikut asuransi adalah salah satu 5kesalahan finansial yang sering dilakukan perempuan di usia 20-an.
Tidak memiliki tabungan
Perlu dipahami bahwa tabungan merupakan penjamin yang sangat baik. Tabungan juga membantu kita untuk terus bergerak maju ke langkah berikutnya. Bila kita tidak memiliki tabungan, maka kita tidak memiliki kemampuan untuk menangani biaya darurat.
Memiliki simpanan dapat membantu kita untuk menghilangkan perasaan khawatir atas resiko insiden yang sifat mendadak. Untuk melakukannya, kita dapat mulai menabung dana darurat dari gaji bulanan. Ini akan menjadi dana darurat sementara yang dapat digunakan sewaktu-waktu.
Tidak memiliki rencana keuangan jangka panjang
Jika kita tidak memiliki rencana, maka sulit untuk mengetahui apa yang harus dilakukan dengan keuangan kita. Kita akan merasa kebingungan ketika dihadapkan pada pilihan untuk membeli rumah, berlibur atau sekedar membayar utang. Karenanya, penting untuk memiliki tujuan yang jelas sehingga kita dapat mencapai kebutuhan dengan baik. Dibutuhkan kerja dan perencanaan untuk menjadi sukses secara finansial. Perlu diketahui, mengatur rencana keuangan yang efektif adalah  yang meliputi tujuan jangka pendek dan jangka panjang. Kita dapat merencanakan pengeluaran terutama yang memiliki skala besar.

Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!



AGAR KEUANGAN TETAP AMAN SETELAH PENSIUN DINI

Assalamualaikum Sahabat Nisrina
AGAR KEUANGAN TETAP AMAN SETELAH PENSIUN DINI

AGAR KEUANGAN TETAP AMAN SETELAH PENSIUN DINI

Tidak sedikit perempuan yang memilih untuk mengambil tawaran pensiun dini dari pekerjaannya di kantor. Entah karena alasan ingin fokus membesarkan buah hati atau karena ingin memulai bisnis yang lebih menjanjikan. Namun yang pasti, pensiun dini mungkin adalah pilihan sulit bagi mereka yang khawatir masa depannya tidak aman setelah kehilangan penghasilan tetap.
Berikut tips agar keuangan tetap aman setelah pensiun dini. Apa sajakah tips agar keuangan tetap aman setelah pensiun dini? Berikut ulasannya:
Bekerja paruh waktu
Jika berencana untuk pensiun dini, maka ini berarti kita masih cukup muda untuk terus bekerja. Bekerja paruh waktu adalah cara yang baik untuk membuat penghasilan tambahan. Selain itu, hal tersebut juga akan membuat kita menghindari kemungkinan menghabiskan tabungan yang ada.
Banyak pensiunan merasa bahwa bekerja paruh waktu menambah kualitas hidup mereka. Jika kita menemukan pekerjaan paruh waktu di bidang yang kita cintai, maka tentu saja kita dapat menikmati segala aktivitas yang dilakukan, sementara penghasilan kita akan terus bertambah. Bekerja paruh waktu sangat baik sebagai perencanaan keuangan setelah pensiun dini.
Tidak ada lagi hipotek
Cara lainnya yang perlu dilakukan untuk mengontrol pengeluaran adalah dengan melunasi hipotek. Memiliki rumah yang bebas tunggakan tidak hanya akan memberikan kita ketenangan pikiran tetapi juga memberikan fleksibilitas anggaran pensiun yang dimiliki. Yang perlu dipertimbangkan adalah kita dapat melunasi hipotek jika dapat dilakukan dengan menggunakan tidak lebih dari sepertiga dari tabungan non pensiun kita.
Jaminan kesehatan
Menjaga kesehatan agar tetap fit hingga umur 65 tahun mungin hal yang cukup sulit untuk dilakukan. Pensiun dini berarti kita harus tetap menjaga kesehatan. Kita harus melihat ke dalam diri bahwa kita mungkin tidak memiliki fasilitas jaminan kesehatan dari perusahaan. Oleh karena itu, penting untuk memikirkan kembali jaminan kesehatan saat memutuskan pensiun dini. Jaminan kesehatan ini akan bervariasi tergantung pada usia dan manfaat yang diberikan.
Perhatikan tabungan dan pengeluaran
Kita perlu mempertimbangkan berapa banyak uang yang perlu dihabiskan dan berapa yang harus ditabung. Untuk melakukan ini, ada beberapa rencana keuangan yang dapat dilakukan salah satunya adalah dengan membagi keuangan ke dalam tiga kategori: pajak (30% dari pendapatan); tabungan (20%) dan kebutuhan rutin (50% untuk perumahan, 
makanan, dan biaya lainnya).
Disiplin
Pensiun dini adalah hal yang wajar. Tapi yang perlu dipahami, pensiun dini harus disertai dengan kerja keras dan disiplin. Oleh karena itu, penting untuk disiplin terhadap berbagai rencana yang telah dibuat. Pensiun dini dapat menjadi motivasi untuk berbuat lebih banyak.
Semoga perencanaan keuangan setelah pensiun dini di atas bermanfaat untuk Anda

Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/

Nisrina Peduli Wanita!

Rabu, 02 Maret 2016

10 Kebiasaan Buruk Yang Di Benci Atasan

Assalamualaikum Sahabat Nisrina
10 Kebiasaan Buruk Yang Di Benci Atasan

10 Kebiasaan Buruk Yang Di Benci Atasan

Dalam dunia pekerjaan, seorang karyawan harus berperilaku baik agar mendapatkan perhatian atasan. Tetapi ada juga jenis karyawan yang selalu mendapatkan perhatian atasan, yaitu karyawan yang menunjukkan kebiasaan-kebiasaan buruk selama jam kerja.

Dalam dunia pekerjaan, seorang karyawan harus berperilaku baik agar mendapatkan perhatian atasan. Tetapi ada juga jenis karyawan yang selalu mendapatkan perhatian atasan, yaitu karyawan yang menunjukkan kebiasaan-kebiasaan buruk selama jam kerja. Apa sajakah itu dan mengapa atasan Anda membencinya? Berikut adalah beberapa kebiasaan buruk yang harus Anda ketahui dan hindari demi kelangsungan karir Anda di perusahaan tempat Anda bekerja:

1. Sering datang terlambat dan bolos kerja
Karyawan yang sering datang terlambat hampir selalu menyalahkan kemacetan sebagai penyebab mereka terlambat tiba di kantor. Anda tidak bisa terus menerus menggunakan alasan ini ketika ditanyakan atasan. Atasan menganggap bahwa Anda seharusnya cukup pintar untuk memperkirakan waktu perjalanan dari rumah ke kantor, apalagi jika rumah Anda cukup jauh dari kantor atau ketika musim hujan. Jika Anda sulit bangun pagi, usahakan untuk tidak begadang atau tidur terlalu larut malam.
Ada lagi kebiasaan yang lebih parah daripada sering datang terlambat ke kantor, yaitu sering bolos kerja. Karyawan yang sering bolos selalu menggunakan berbagai macam alasan untuk tidak pergi kerja, misalnya anak sakit, rumah kebanjiran, kendaraan mogok, dan sebagainya. Ketahuilah lama-kelamaan rekan kerja dan atasan Anda akan kehilangan rasa percaya terhadap alasan-alasan yang Anda berikan dan berpikir bahwa itu hanyalah karangan Anda saja padahal alasan yang sebenarnya adalah Anda malas pergi kerja.

2. Berpenampilan urakan atau tidak sopan
Atasan tidak suka melihat karyawan yang berpenampilan urakan atau mengenakan pakaian yang tidak sopan. Bagi karyawan pria, pastikan kumis dan jenggot Anda tercukur rapi dan selalu kenakan pakaian kerja yang bersih dan disetrika rapi. Pastikan juga sepatu Anda bersih mengkilap. Bagi karyawan wanita, pastikan pakaian Anda sopan, tidak mengumbar aurat, dan nyaman dipakai. Hindari menggunakan make-up dan parfum secara berlebihan.

3. Sering mengeluh dan kebiasaan menyebalkan lainnya
Atasan tidak suka berurusan dengan karyawan yang sering mengeluh. Ada saja yang dikeluhkan tentang apa saja dan siapa saja di tempat kerja, mulai dari beban kerja yang diberikan kepadanya sampai cara berbusana rekan kerja. Kebiasaan mengeluh ini dapat mengarah ke perilaku negatif lainnya, seperti bersikap sinis atau menindas rekan kerja, memberontak ketika ditegur atasan, dan menyebarkan gosip tentang perusahaan.

4. Kurang inisiatif
Atasan merasa kecewa ketika melihat karyawannya kurang inisiatif dan kreativitas dalam bekerja. Karyawan yang seperti ini tidak dapat melakukan apa pun sampai diberi tugas dengan instruksi yang sangat spesifik. Bahkan setelah menerima instruksi spesifik, karyawan tersebut masih harus sering bolak-balik bertanya pada atasan atau meminta bantuan rekan kerja untuk mengerjakan tugasnya. Sebaliknya, atasan sangat menanti-nantikan ide kreatif atau kritik membangun dari karyawan yang cerdas dan rajin bekerja.

5. Melakukan banyak kesalahan
Sudah merupakan kewajiban karyawan untuk bekerja semaksimal mungkin. Tetapi ini bukan berarti Anda tidak boleh membuat kesalahan. Melakukan kesalahan adalah wajar dan dapat menjadi pembelajaran yang bermanfaat untuk ke depannya. Misalnya ada seorang sekretaris yang lupa mengatur jadwal penjemputan bosnya dari bandara sehingga bosnya terpaksa naik taksi ke kantor. Setelah mengetahui kesalahannya, sekretaris ini pun segera meminta maaf pada bosnya tanpa harus ditegur terlebih dahulu dan ke depannya sekretaris ini selalu ingat jadwal bepergian bosnya dan tidak pernah mengulangi kesalahannya itu.
Tetapi ada juga karyawan yang sering melakukan kesalahan yang sama seolah-olah dia tidak belajar dari pengalamannya di masa lalu. Karyawan yang seperti ini pasti tidak akan dipercaya atasan, bahkan akan segera di-PHK. Selalu lakukan pekerjaan Anda dengan sebaik-baiknya. Periksa ulang sebelum Anda menyerahkan hasil kerja Anda kepada atasan. Jika masih ada kesalahan, segera perbaiki sebelum atasan Anda mengetahuinya.

6. Pura-pura sibuk
Karyawan seperti ini selalu terlihat sibuk dan kewalahan seolah-olah ada banyak tugas yang harus dikerjakan padahal dia sama sekali tidak produktif. Karyawan yang bijaksana akan mengerjakan tugasnya dengan konsentrasi penuh dan tidak kewalahan menghadapi beban kerjanya. Sebaliknya karyawan yang selalu terlihat sibuk dan kewalahan di tempat kerja tidak menghasilkan apa pun karena dia hanya berpura-pura sibuk atau ternyata sibuk mengurusi kerja sampingannya.

7. Berisik
Seperti karyawan yang berpura-pura sibuk di atas, karyawan yang berisik juga tidak disukai oleh rekan kerja dan atasan. Dia seenaknya berbicara keras di telepon genggamnya atau bahkan menggunakan speaker phone. Ada juga karyawan yang memasang musik kesukaannya dengan volume tinggi sehingga mengganggu konsentrasi rekan kerja di sekitarnya. Setelah ditegur, karyawan ini memakaiearphone ketika mendengarkan musik, tetapi masih mengganggu rekan kerja dan atasan karena dia bernyanyi dengan suara lantang.

8. Tidak fokus bekerja
Ada banyak alasan mengapa seorang karyawan tidak fokus bekerja, misalnya karyawan ini sedang kurang enak badan atau mengalami masalah keluarga. Jika Anda sedang tidak fokus bekerja dan merasa bahwa ini memengaruhi kinerja kerja Anda, segera jelaskan kepada atasan Anda dengan seobyektif mungkin dan berjanjilah untuk segera kembali fokus bekerja.

9. Membawa urusan pribadi ke tempat kerja
Atasan tidak suka melihat karyawan yang selalu berbicara di telepon dengan pasangan atau keluarganya. Atasan juga tidak suka mendengar tentang karyawan yang selalu dikejar-kejar debt collector karena tidak mampu membayar tunggakan tagihan kartu kredit. Apa pun urusan pribadi Anda, usahakan untuk tidak membawanya ke tempat kerja. Bersikaplah profesional di tempat kerja. Apabila urusan pribadi Anda mengganggu kinerja kerja Anda karena terlalu rumit dan membuat Anda tertekan, sebaiknya Anda mengambil cuti selama beberapa hari untuk mengatasinya.

10. Tidak dapat menyelesaikan tugas
Atasan tidak menghargai karyawan yang tidak dapat menyelesaikan tugas yang diembankan kepadanya. Kebiasaan buruk seperti terlambat menyerahkan hasil kerja atau sama sekali tidak dapat menyelesaikannya harus segera diperbaiki. Aturlah waktu kerja Anda sebaik mungkin. Apabila beban kerja Anda terlalu berat, mintalah bantuan rekan kerja atau jelaskan kepada atasan untuk meringankan beban kerja Anda.
Jadilah karyawan yang mendapatkan perhatian dan pujian dari atasan karena teladan dan prestasi Anda dengan selalu tiba di kantor tepat waktu, memiliki inisiatif, serta dapat menyelesaikan tugas dengan baik.


Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!

Tips Keuangan Keluarga Dengan Satu Pendapatan

Assalamualaikum Sahabat Nisrina
Tips Keuangan Keluarga Dengan Satu Pendapatan

Tips Keuangan Keluarga Dengan Satu Pendapatan


Berikut adalah beberapa tips untuk tetap hidup berkecukupan dengan satu sumber pendapatan.
Ada banyak keputusan keuangan yang harus dibuat dalam kehidupan sebuah keluarga. Banyak keluarga yang anggota keluarganya pengangguran atau tiba-tiba diberhentikan dari pekerjaannya alias di-PHK. Tak sedikit pula keluarga yang memutuskan untuk menjadi keluarga dengan satu sumber pendapatan karena ini adalah keputusan terbaik bagi seluruh anggota keluarga, misalnya ketika istri baru melahirkan atau ketika harus mengurus orang tua yang sudah lanjut usia. Berikut adalah beberapa tips untuk tetap hidup berkecukupan dengan satu sumber pendapatan:

1. Buatlah anggaran
Langkah pertama untuk mengendalikan keuangan keluarga adalah dengan membuat anggaran. Sebuah anggaran akan membantu Anda memahami ke mana perginya uang Anda dan memungkinkan Anda untuk menyesuaikan pengeluaran Anda dengan menetapkan berapa pengeluaran yang sanggup Anda bayar. Membuat anggaran adalah ide bagus bagi semua orang, tetapi terutama bagi keluarga dengan pendapatan terbatas. Buatlah anggaran tertulis bersama keluarga. Pajang di tempat yang dapat dilihat oleh seluruh anggota keluarga dan ikutilah anggaran tersebut.

2. Jangan besar pasak daripada tiang
Jujurlah pada diri Anda sendiri dan anggota keluarga Anda, terutama dalam hal pengeluaran. Jangan membelanjakan lebih banyak daripada yang Anda terima setiap bulannya. Usahakan untuk tidak menumpuk hutang. Lunasilah tagihan rutin terlebih dahulu, misalnya tagihan listrik, cicilan rumah dan kendaraan, serta uang sekolah anak. Setelah itu jika ada sisa, pertimbangkan untuk menabung. Ajarkan juga anak-anak untuk menabung sisa uang jajan.

3. Kurangi pengeluaran
Senada dengan yang di atas, perhatikan apa pengeluaran yang bisa Anda kurangi atau hilangkan dalam keluarga Anda, misalnya berlangganan TV kabel atau keanggotaan di pusat kebugaran, padahal Anda jarang menonton televisi atau selalu tidak sempat berolahraga di pusat kebugaran tersebut. Anda bisa menikmati banyak saluran televisi nasional dan lokal yang gratis dan Anda juga bisa berolahraga gratis baik di dalam rumah maupun di taman dekat rumah.

4. Cari pendapatan tambahan
Ini tidak sama dengan mencari pekerjaan baru, tetapi hendaknya diartikan sebagai pekerjaan sampingan atau freelance – sesuatu yang bisa Anda lakukan hanya beberapa jam saja dalam seminggu. Apabila Anda seorang ibu rumah tangga, Anda bisa mendapatkan penghasilan tambahan bagi keluarga dengan membuat kue dan menjualnya, atau menjadi penulis lepas, atau menjadi pengasuh anak-anak tetangga. Sebelum Anda memulai usaha sampingan, pastikan keluarga Anda tidak akan dinomorduakan. Terakhir, waspadalah terhadap skema penipuan yang menjanjikan banyak uang tanpa harus banyak bekerja.

5. Kecilkan ukuran
Kita cenderung membeli lebih banyak dari apa yang kita sebenarnya butuhkan. Apakah Anda menggunakan semua barang yang ada di rumah Anda? Atau ada barang yang jarang atau tidak pernah Anda gunakan sama sekali? Pertimbangkan untuk menjual barang-barang yang tidak terpakai di rumah, misalnya pakaian yang masih layak pakai, sepeda anak, tempat tidur bayi, dan sebagainya. Selanjutnya, lihatlah ukuran rumah Anda. Apakah rumah Anda terlalu besar bagi keluarga Anda? Apabila Anda memiliki rumah itu, pertimbangkan untuk menyewakan satu atau dua kamar untuk kos. Apabila Anda mengontrak rumah, pertimbangkan untuk pindah ke rumah yang lebih kecil setelah habis masa kontrak. Rumah yang besar juga akan membutuhkan biaya perawatan yang besar, sedangkan rumah yang lebih kecil akan menghemat biaya dan waktu untuk membersihkan dan merawatnya.

6. Manfaatkan potongan harga
Ketika berbelanja, luangkan waktu sejenak untuk melihat-lihat promo yang sedang ditawarkan. Setiap bulannya banyak pusat perbelanjaan menawarkan berbagai potongan harga belanja, misalnya promo beli satu gratis satu, potongan harga sekian persen dari total pembelanjaan, dan sebagainya. Manfaatkan juga pembagian kupon atau voucher belanja gratis.

7. Belajar berkebun
Baik Anda tinggal di rumah dengan pekarangan yang luas maupun tinggal di gang sempit, Anda dapat belajar menanam bahan makanan Anda sendiri. Yang paling mudah dan murah adalah tomat dan cabai. Kedua tanaman ini sangat sering dipakai sebagai bumbu masak dan dapat ditanam di pot kecil dengan pupuk dan air secukupnya. Anda bahkan tidak perlu membeli bibit karena biji tomat dan cabai sisa makanan dapat tumbuh dengan mudah di tanah Indonesia yang subur ini. Ketika Anda sudah percaya diri dan semakin terampil dalam berkebun, Anda dapat meningkatkan ke berbagai jenis tanaman lainnya.

8. Hidup hemat dan penuh pertimbangan

Terkadang Anda harus mengorbankan sebagian dari apa yang Anda inginkan demi apa yang keluarga Anda butuhkan. Misalnya ada tawaran untuk liburan ke luar kota bersama teman-teman, tetapi Anda menolak ikut dan memilih untuk tinggal di rumah saja bersama anggota keluarga. Percayalah, Anda akan menjadi orang yang lebih baik karena telah berkorban demi keluarga.

Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!

Tips Menghibur Anak Dengan Anggaran Terbatas

Assalamualaikum Sahabat Nisrina
Tips Menghibur Anak Dengan Anggaran Terbatas

Tips Menghibur Anak Dengan Anggaran Terbatas

Bagaimana orang tua dapat memastikan anak-anak mereka mendapatkan masa kecil yang bahagia tanpa membuat dompet orang tua menderita?
Orang tua yang baik tahu bahwa membesarkan anak bukan hanya sekadar memberi makan dan mengirim mereka ke sekolah. Orang tua juga berkewajiban untuk menghibur anak dan memastikan bahwa mereka memiliki masa kecil yang bahagia. Tugas menghibur anak semakin sulit dan mahal akhir-akhir ini dengan maraknya permainan elektronik dan online di pasaran. Bagaimana orang tua dapat memastikan anak-anak mereka mendapatkan masa kecil yang bahagia tanpa membuat dompet orang tua menderita? Berikut adalah beberapa tips menghibur anak dengan anggaran terbatas:
Kegiatan di luar ruangan
Ada banyak kegiatan di luar ruangan yang akan menghibur anak-anak selama berjam-jam dan tidak membutuhkan banyak uang, antara lain:
Bermain di pekarangan rumah. Apabila Anda beruntung memiliki pekarangan rumah, manfaatkanlah sebagai tempat bermain anak-anak. Anda dapat mengajarkan anak-anak cara bermain petak umpet, lompat tali dan galasin. Apabila Anda tidak punya pekarangan di rumah seperti kebanyakan penduduk perkotaan, Anda dapat mengajak anak-anak pergi ke lapangan bermain terdekat dan mengajarkan mereka untuk bermain layangan atau kasti.
Menjelajahi taman setempat. Apabila anak-anak bosan dengan taman yang itu-itu saja, ajaklah mereka ke taman-taman lainnya dan minta mereka berpura-pura menjadi kritikus taman. Pekerjaan seorang kritikus taman adalah menemukan kelebihan dan kekurangan dari sebuah taman, membandingkannya dengan taman-taman lainnya, kemudian memberikan nilai untuk taman tersebut. Anak-anak juga dapat membuat nominasi taman, seperti taman dengan permainan anak terbanyak, taman yang paling luas, taman yang paling bersih, dan seterusnya.
Mengunjungi kolam renang terdekat. Kolam renang terdekat dapat menjadi sama menyenangkannya dengan water park yang harganya jauh lebih mahal apabila Anda melakukan persiapan yang matang. Bawalah bekal makanan dan minuman yang cukup, ban renang, dan mainan air agar anak-anak dapat bersenang-senang di kolam renang.
Piknik. Sesekali siapkan sekeranjang bekal makan siang dan minuman jus segar dan ajaklah anak-anak pergi piknik di taman terdekat atau bahkan di pekarangan rumah sendiri. Jangan lupa membawa tikar lipat agar Anda sekeluarga dapat tidur-tiduran sejenak memandangi langit dan pepohonan setelah makan siang besar.
Ke pantai atau danau. Ajaklah anak-anak ke pantai atau danau di kota Anda. Bagi penduduk Jakarta, Anda dapat pergi ke Pantai Carita. Bagi penduduk Bogor, Anda dapat pergi ke Situ Gede. Terkadang kita menyepelekan tempat wisata di kota sendiri. Cari tahu apa saja wisata air di kota Anda. Anda mungkin akan terkejut melihat bahwa tempat seindah itu terletak di kota Anda sendiri.
Wisata museum. Kebanyakan museum memiliki harga tiket masuk yang sangat murah dan bahkan ada yang gratis. Kebanyakan museum juga bukan di akhir pekan, menjadikannya sempurna untuk menghabiskan waktu bersama anak, selain menyenangkan juga mendidik.

Kegiatan di dalam ruangan
Selain di luar ruangan, berikut adalah beberapa kegiatan yang dapat Anda lakukan untuk menghibur anak-anak ketika di luar sedang hujan atau Anda hanya ingin menghabiskan waktu di dalam rumah saja:

Membuat keterampilan tangan, seperti origami atau boneka jari dari kain perca.
Bernyanyi dan menari. Ini bisa semakin seru apabila disc lagu anak-anak diputar di televisi.
Memasak bersama. Ajarkan anak-anak cara memasak sederhana, misalnya membantu membuat nasi goreng atau membuat kue bolu. Apabila anak Anda masih sangat kecil, ingatkan mereka untuk tidak bermain dengan api atau pisau.
Percobaan ilmiah. Anda dapat mengajarkan kepada anak-anak bahwa ilmu pengetahuan sangat menyenangkan dengan melakukan percobaan ilmiah sederhana. Tidak perlu melakukan percobaan ilmiah yang rumit. Anda dapat bereksperimen mencampurkan air dan minyak atau mencari tahu apakah telur mengapung atau tenggelam jika dimasukkan ke dalam air.
Permainan papan. Anda dapat mengajarkan kepada anak-anak cara bermain Monopoli atau ular tangga. Selain itu ada permainan catur untuk anak remaja Anda. Kemudian ada banyak permainan kartu yang mudah dan seru, seperti cangkulan, poker, atau kartu domino.
Permainan tradisional. Jangan lupa untuk mengajarkan permainan tradisional kepada anak-anak, seperti congklak, bekel, atau gundu (kelereng).
Menggambar dan mewarnai. Jadikan kegiatan menggambar lebih menarik dengan menantang anak-anak untuk menggambar wajah satu sama lain. Anda mungkin akan terkejut melihat bakat dan kreativitas anak-anak Anda.

Membaca buku bersama. Bagi banyak anak, kenangan masa kecil terindah mereka adalah ketika mereka mendengarkan dongeng dari ayah atau membaca buku cerita bersama ibu. Membaca bersama mengajarkan anak-anak untuk memusatkan perhatian, mendengarkan secara saksama, bersabar menunggu giliran, menggunakan imajinasi, dan berkomunikasi dengan lancar.


Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!