10 Kebiasaan Buruk Yang Di Benci Atasan
Dalam dunia pekerjaan, seorang karyawan harus berperilaku baik agar
mendapatkan perhatian atasan. Tetapi ada juga jenis karyawan yang selalu
mendapatkan perhatian atasan, yaitu karyawan yang menunjukkan
kebiasaan-kebiasaan buruk selama jam kerja.
Dalam dunia pekerjaan, seorang karyawan harus berperilaku baik agar
mendapatkan perhatian atasan. Tetapi ada juga jenis karyawan yang selalu
mendapatkan perhatian atasan, yaitu karyawan yang menunjukkan
kebiasaan-kebiasaan buruk selama jam kerja. Apa sajakah itu dan mengapa atasan
Anda membencinya? Berikut adalah beberapa kebiasaan buruk yang harus Anda
ketahui dan hindari demi kelangsungan karir Anda di perusahaan tempat Anda
bekerja:
1.
Sering datang terlambat dan bolos kerja
Karyawan yang sering datang terlambat hampir selalu menyalahkan kemacetan
sebagai penyebab mereka terlambat tiba di kantor. Anda tidak bisa terus menerus
menggunakan alasan ini ketika ditanyakan atasan. Atasan menganggap bahwa Anda
seharusnya cukup pintar untuk memperkirakan waktu perjalanan dari rumah ke
kantor, apalagi jika rumah Anda cukup jauh dari kantor atau ketika musim hujan.
Jika Anda sulit bangun pagi, usahakan untuk tidak begadang atau tidur terlalu
larut malam.
Ada lagi kebiasaan yang lebih parah daripada sering datang terlambat ke
kantor, yaitu sering bolos kerja. Karyawan yang sering bolos selalu menggunakan
berbagai macam alasan untuk tidak pergi kerja, misalnya anak sakit, rumah
kebanjiran, kendaraan mogok, dan sebagainya. Ketahuilah lama-kelamaan rekan
kerja dan atasan Anda akan kehilangan rasa percaya terhadap alasan-alasan yang
Anda berikan dan berpikir bahwa itu hanyalah karangan Anda saja padahal alasan
yang sebenarnya adalah Anda malas pergi kerja.
2.
Berpenampilan urakan atau tidak sopan
Atasan tidak suka melihat karyawan yang berpenampilan urakan atau
mengenakan pakaian yang tidak sopan. Bagi karyawan pria, pastikan kumis dan
jenggot Anda tercukur rapi dan selalu kenakan pakaian kerja yang bersih dan
disetrika rapi. Pastikan juga sepatu Anda bersih mengkilap. Bagi karyawan
wanita, pastikan pakaian Anda sopan, tidak mengumbar aurat, dan nyaman dipakai.
Hindari menggunakan make-up dan parfum secara berlebihan.
3.
Sering mengeluh dan kebiasaan menyebalkan lainnya
Atasan tidak suka berurusan dengan karyawan yang sering mengeluh. Ada saja
yang dikeluhkan tentang apa saja dan siapa saja di tempat kerja, mulai dari
beban kerja yang diberikan kepadanya sampai cara berbusana rekan kerja.
Kebiasaan mengeluh ini dapat mengarah ke perilaku negatif lainnya, seperti
bersikap sinis atau menindas rekan kerja, memberontak ketika ditegur atasan,
dan menyebarkan gosip tentang perusahaan.
4.
Kurang inisiatif
Atasan merasa kecewa ketika melihat karyawannya kurang inisiatif dan
kreativitas dalam bekerja. Karyawan yang seperti ini tidak dapat melakukan apa
pun sampai diberi tugas dengan instruksi yang sangat spesifik. Bahkan setelah
menerima instruksi spesifik, karyawan tersebut masih harus sering bolak-balik
bertanya pada atasan atau meminta bantuan rekan kerja untuk mengerjakan
tugasnya. Sebaliknya, atasan sangat menanti-nantikan ide kreatif atau kritik
membangun dari karyawan yang cerdas dan rajin bekerja.
5.
Melakukan banyak kesalahan
Sudah merupakan kewajiban karyawan untuk bekerja semaksimal mungkin. Tetapi
ini bukan berarti Anda tidak boleh membuat kesalahan. Melakukan kesalahan
adalah wajar dan dapat menjadi pembelajaran yang bermanfaat untuk ke depannya.
Misalnya ada seorang sekretaris yang lupa mengatur jadwal penjemputan bosnya
dari bandara sehingga bosnya terpaksa naik taksi ke kantor. Setelah mengetahui kesalahannya,
sekretaris ini pun segera meminta maaf pada bosnya tanpa harus ditegur terlebih
dahulu dan ke depannya sekretaris ini selalu ingat jadwal bepergian bosnya dan
tidak pernah mengulangi kesalahannya itu.
Tetapi ada juga karyawan yang sering melakukan kesalahan yang sama
seolah-olah dia tidak belajar dari pengalamannya di masa lalu. Karyawan yang
seperti ini pasti tidak akan dipercaya atasan, bahkan akan segera di-PHK.
Selalu lakukan pekerjaan Anda dengan sebaik-baiknya. Periksa ulang sebelum Anda
menyerahkan hasil kerja Anda kepada atasan. Jika masih ada kesalahan, segera
perbaiki sebelum atasan Anda mengetahuinya.
6.
Pura-pura sibuk
Karyawan seperti ini selalu terlihat sibuk dan kewalahan seolah-olah ada
banyak tugas yang harus dikerjakan padahal dia sama sekali tidak produktif.
Karyawan yang bijaksana akan mengerjakan tugasnya dengan konsentrasi penuh dan
tidak kewalahan menghadapi beban kerjanya. Sebaliknya karyawan yang selalu
terlihat sibuk dan kewalahan di tempat kerja tidak menghasilkan apa pun karena
dia hanya berpura-pura sibuk atau ternyata sibuk mengurusi kerja sampingannya.
7.
Berisik
Seperti karyawan yang berpura-pura sibuk di atas, karyawan yang berisik
juga tidak disukai oleh rekan kerja dan atasan. Dia seenaknya berbicara keras di
telepon genggamnya atau bahkan menggunakan speaker phone. Ada juga
karyawan yang memasang musik kesukaannya dengan volume tinggi sehingga
mengganggu konsentrasi rekan kerja di sekitarnya. Setelah ditegur, karyawan ini
memakaiearphone ketika mendengarkan musik, tetapi masih mengganggu
rekan kerja dan atasan karena dia bernyanyi dengan suara lantang.
8. Tidak
fokus bekerja
Ada banyak alasan mengapa seorang karyawan tidak fokus bekerja, misalnya
karyawan ini sedang kurang enak badan atau mengalami masalah keluarga. Jika
Anda sedang tidak fokus bekerja dan merasa bahwa ini memengaruhi kinerja kerja
Anda, segera jelaskan kepada atasan Anda dengan seobyektif mungkin dan
berjanjilah untuk segera kembali fokus bekerja.
9.
Membawa urusan pribadi ke tempat kerja
Atasan tidak suka melihat karyawan yang selalu berbicara di telepon dengan
pasangan atau keluarganya. Atasan juga tidak suka mendengar tentang karyawan
yang selalu dikejar-kejar debt collector karena tidak mampu
membayar tunggakan tagihan kartu kredit. Apa pun urusan pribadi Anda, usahakan
untuk tidak membawanya ke tempat kerja. Bersikaplah profesional di tempat
kerja. Apabila urusan pribadi Anda mengganggu kinerja kerja Anda karena terlalu
rumit dan membuat Anda tertekan, sebaiknya Anda mengambil cuti selama beberapa
hari untuk mengatasinya.
10.
Tidak dapat menyelesaikan tugas
Atasan tidak menghargai karyawan yang tidak dapat menyelesaikan tugas yang
diembankan kepadanya. Kebiasaan buruk seperti terlambat menyerahkan hasil kerja
atau sama sekali tidak dapat menyelesaikannya harus segera diperbaiki. Aturlah
waktu kerja Anda sebaik mungkin. Apabila beban kerja Anda terlalu berat,
mintalah bantuan rekan kerja atau jelaskan kepada atasan untuk meringankan
beban kerja Anda.
Jadilah
karyawan yang mendapatkan perhatian dan pujian dari atasan karena teladan dan
prestasi Anda dengan selalu tiba di kantor tepat waktu, memiliki inisiatif,
serta dapat menyelesaikan tugas dengan baik.
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar